Balita Pasien Puskesmas Petir Kejang-kejang Dinkes Kota Tangerang Bantah Berikan Obat Kadaluarsa

Balita Pasien Puskesmas Petir Kejang-kejang Dinkes Kota Tangerang Bantah Berikan Obat Kadaluarsa

TANGERANG - Menyikapi isu yang sedang beredar bahwa ada seorang balita 1 tahun 2 bulan mengalami kejang-kejang setelah mengkonsumsi obat dari puskesmas Petir, Pemerintah Kota Tangerang melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) menegaskan bahwa obat yang diberikan tidak kadaluarsa bahkan masih layak untuk dikonsumsi. Sabtu (15/5/2021).

Kepala Bidang Layanan Kesehatan Dinkes Kota Tangerang dr. Darto saat di temui di Kawasan Banjar Wijaya mengaskan bahwa obat tersebut yang di berikan terhadap pasien masih layak untuk dikonsumsi.

"Obat yang kami berikan kepada pasien masih layak konsumsi hingga akhir bulan Mei mendatang, ini sesuai dengan expired date yang ada dikotak obat yaitu 5/21 ini berarti aman dikonsumsi hingga 31 Mei 2021, " tegas dr. Darto.

dr. Darto pun memaparkan kronologis kejadiannya pada Rabu (13/5/2021) pukul 19.00, pasien dengan inisial NS dibawa ke UGD Puskesmas Petir, dengan keluhan demam sejak siang dan hasil diagnosa NS mengalami kejang demam kompleks atau kejang 15 menit atau lebih secara berulang.

"Sewaktu menjalani pemeriksaan, pasien dalam kondisi lemas dan memiliki suhu badan panas hingga 40.5 °C dengan berat badan 8.5 Kg, tindakan awal dokter memberikan Paracetamol 160 Mg saat itu juga di UGD, dengan dosis setengah tablet, " jelasnya.

Lalu pasien pulang dengan diberi obat parasetamol dengan dosis 4x1 ml namun dijelaskan dr. Darto bahwa saat itu orangtuanya pasien telah di edukasi apa yang harus dilakukan saat di rumah nanti.

"Orang tuanya pun telah kami edukasi untuk memperbanyak asupan cairan atau minuman kepada pasien, memakaikan pakaian yang tidak tebal, kompres dengan air hangat dan jika demam tinggi atau jika terjadi kejang agar segera di bawa ke RS terdekat, " ujar dr. Darto.

dr. Darto pun menambahkan bahwa kejang-kejang yang dialami pasien itu bukan karena obat yang diduga kadaluarsa melainkan kondisi panas anak yang sangat tinggi.

"Saat ini sang anak sudah dalam penanganan secara intensif di rumah sakit, dan sudah pulih kembali, sehat dan ceria lagi. Saya tegaskan kembali tidak ada pemberian obat kadaluarsa semua ditangani sesuai dengan prosedur, " pungkasnya. (Habibi)

Habibi

Habibi

Previous Article

Masih Dalam Kondisi Pandemi Covid-19 Walikota...

Next Article

Launching Rumah Baca InfoTerbit-FPMI di...

Related Posts

Jurnalis

Profle

Habibi

Follow Us

Recommended Posts

Kapolda Banten: Mulai Pukul 00.00 Wib, Semua Pintu Masuk-Keluar Banten Ditutup
Ketum BP Tipikor Dr. Bahru Navizha SH., SE., MM Berikan Apreasiasi Terhadap Tenaga Medis Covid-19
Launching Rumah Baca InfoTerbit-FPMI di Tanara Serang, Anak Pekerja Migran Gratis Periksa Kesehatan dan Dapat Vitamin
Balita Pasien Puskesmas Petir Kejang-kejang Dinkes Kota Tangerang Bantah Berikan Obat Kadaluarsa
Masih Dalam Kondisi Pandemi Covid-19 Walikota Tangerang Rayakan Idul Fitri Gunakan Jejaring Sosial